Diri yang Terus Berproses
Sulit ya menjadi semakin tua itu. Banyak hal yang dulu terasa biasa saja di mata maupun telinga, sekarang malah jadi sesuatu yang terlalu sensitif bahkan untuk sekedar menjadi bahan becandaan. Ditambah lagi orang-orang sekitar seolah punya ekspektasi lebih pada diri setiap umat yang bertambah usia. Dan apesnya kadang aku juga larut dalam keinginan serta aturan yang dunia buat.
Dunia bilang usiaku sudah cukup untuk menggenap. Sedang Tuhan bilang belum. Tuhan bilang aku masih perlu kenal lebih banyak manusia dan belajar banyak hal.
Kadang pengen menunjukkan apa sih yang sedang aku perjuangkan kepada banyak orang hanya agar mereka tau bahwa aku ini ga diem loh!. Aku ini ada usaha kok buat kehidupanku. Tapi, dari tujuannya saja ga bagus ya, lebih baik aku urungkan. Jadi aku memilih jalur diam-diam dan buat orang terkejut dengan apa yang aku hasilkan dari usahaku. Alasan sederhananya adalah aku takut apa yang aku rencanakan itu gagal.
Ada hal-hal yang kita dapatkan, lalu harus dipertahankan, di situlah kita belajar keteguhan. Ada hal-hal yang kita dapatkan, lalu harus kita lepaskan, di situlah kita belajar keikhlasan. Ada kekecewaan yang muncul, bukan karena kesalahan, tapi karena ekspektasi yang berlebihan
Tidak ada manusia yang hidup tanpa masalah. Yang ada, manusia yang kabur-kaburan dari masalah.
Untuk siapapun yang baca ini, semoga diri yang sedang terus berproses menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, lebih sabar dan tabah dalam menerima ketetapan Allah, serta lebih banyak bersyukur ya.
Aamiin.

Komentar
Posting Komentar