Menjadi Aku yang Baru

Hari Selasa 31 Mei 2022, sebelum adzan maghrib di mana aku sudah tidak lagi menjadi aku yang biasanya, namun menjadi seorang ibu. Akhirnya, Allah mengistimewakanku lagi dan lagi, status baru yang membuat hidupku berubah hampir segalanya. She was born, beautiful, healthy, and giving incredible blessings. MasyaAllah our sholihah;Milka Defina Azzahra Pada saatnya aku belajar hal baru, sulit, sangat sulit. Perasaan yang tidak pernah bisa ditutupi, aku nangis lalu kembali tersenyum karena, Milka.

Kadang mikir, nggak ada yang paling capek dari perkerjaan baru ini. Hehehehe. Tapi nggak ada pula yang paling keren dari pekerjaan ini.

Aku yang baru, aku yang lebih baik bukan? Aku menerima tantangan ini dengan senang hati. Aku yang semakin mengerti apa itu rasa mencintai, melindungi, dan menyayangi.

Punya anak itu tandanya kita sudah siap dengan hari-hari yang berbeda pula, tidur gak teratur, makan gak teratur, badan yang sudah gak sakit aja rasanya berkah sekali. Jadi seorang ibu, jadi orangtua bukan tandanya aku bisa menguasai hidup anak. Aku diamanahkan dan menjadi perantara untuk si anak dapat menjalani hidupnya dengan baik.

Jadi ibu muda, ibu yang kurang pengalaman, itu susah-susah-gampang. Banyak susahnya daripada gampangnya. Aku tau betul gimana mata makin menghitam karena kurang tidur, gimana perut bentuknya perihatin karena melahirkan, dan gimana badan juga rambut yang menambah, duh ibu ini overthinking hahaha.

Lalu, aku yang baru mulai mempunyai sayap karena seseorang yang mulai bergantung padaku, aku yang baru mulai lebih kuat, karena ada seseorang yang mulai harus aku lindungi, dan aku yang baru harus lebih lapang dada karena seseorang yang mulai belajar dariku.

Ini, aku yang baru. Seorang ibu yang masih dan selalu ingin menjadi lebih baik untuk buah hatinya juga cintanya untuk anak dan suami.

Semangat untuk aku yang baru. 

Komentar